Tidak terasa sudah enam bulan lewat sejak Buku Kumpulan Cerpen Lidah diterbitkan pada bulan Juni lalu. Tiba saatnya untuk membagi-bagikan susu untuk bayi dan anak-anak di persimpangan jalan. Di tangan saya sudah ada royalti dari 816 eksemplar buku. Itu artinya saya siap membagikan 1000 rupiah di kali 816. Jumlah susunya barangkali antara 400-500 botol/kotak susu. Terima kasih untuk para pembaca yang telah membeli buku saya. Di tangan saya masih ada sekitar 400 eksemplar buku, bagi para pembaca yang belum membelinya di gramedia atau toko buku lain, silahkan membelinya langsung melalui blog ini, dengan mengirim email ke komangariani@yahoo.com. Harganya masih tetap sama Rp. 20.000 ditambah ongkos kirim. Saat ini saya masih memikirkan metode pembagian susu tersebut. Sebagian susu akan saya bagikan sendiri ketika naik angkot, sebagian akan saya bagikan secara bersama-sama ke sekelompok anak. Seluruh proses pembagian susu tersebut akan saya laporkan melalui blog ini.
2 komentar:
salam kenal mbak..
kalo boleh urun rembug..susunya bisa dibagiin ke korban lumpur..ato korban bencana lain..ato kalo memungkinkan korban perang gaza..
~tamz~
susu ini harus dibagikan kepada anak jalanan atau anak di persimpangan jalan karena ide awal dari pembagian susu ini adalah memberikan sesuatu kepada tokoh-tokoh yang memberi inspirasi pada kumpulan cerpen lidah. Dua cerpen lidah diinspirasi oleh bayi mengemis di persimpangan jalan yaitu dalam cerpen "Menyusu Knalpot Persimpangan" dan "Seorang Ibu dengan Dua Bayi". But thanks atas usulnya
Post a Comment